Saturday, 27 June 2009

love and smile untuk semua orang

Love and smile begitulah kira-kira pesan yang dapat saya terima setelah mengikuti diskusi IDI tadi pagi. Diskusi yang di moderator oleh dr. Hariyasa Sanjaya, Sp.OG dengan pembicara prof. Elias Sukardi salah seorang guru besar yang kami hormati di Universitas Udayana ini. Love and smile Love and smile dimaksudkan disini adalah bagaimana seorang dokter harus melayani setiap pasien dengan senyum dan rasa cinta untuk menolong pasien dari penyakitnya. seorang dokter dituntut untuk memiliki sebuah prinsip dalam hidupnya dalam menjalani profesinya sebagai insan sosial. namun dunia kedokteran kini dipenuhi dengan dengan praktek bisnis yang mementingkan profit diatas segalanya menjadi sebuah tantangan dalam memilih sebagai dokter yang berprinsip Love and smile. setiap dokter bisa saja memiliki prinsip entah itu untuk mencari profit atau sosial atau apapun itu. Namun disini kita diingatkan bahwa awal mula munculnya profesi penyembuh adalah dari dasar Love and smile. Keikhlasan untuk melayani semua mahluk yang membutuhkan pertolongan. bahwa dengan melayani setiap umat manusia sama dengan melayani tuhan. serve the man, serve the God. hanya dengan Love and smile, melayani dengan senyum dan cinta membuat kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan.
sebuah tantangan didunia kedokteran, apakah seorang dokter bisa melayani dengan cinta, Love and smile, ditengah-tengah era globalisasi yang penuh dengan persaingan harta keduniawian?

1 comment: